<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Foto Gambar Gosip Artis Indonesia</title>
	<atom:link href="http://gudangartis.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gudangartis.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2009 07:59:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sherina</title>
		<link>http://gudangartis.com/sherina/</link>
		<comments>http://gudangartis.com/sherina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 07:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sherina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangartis.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Biodata
Nama lahir   : Sinna Sherina Munaf
Lahir               : 11 Juni 1990 (umur 19)Bandung, Indonesia
Tahun aktif   : 1999 &#8211; sekarang
Perusahaan  : rekaman Trinity Production
Biografi
Gadis yang memiliki nama Sinna Sherina Munaf itu, mulai meririlis debut albumnya pada 1999 dengan album Andai Aku Besar Nanti. Dalam album tersebut berisi lagu-lagu Andai Aku Besar Nanti, Pelangiku, Kembali ke Sekolah.Berikutnya, gadis kelahiran Bandung, 11 Juni 1990 itu merilis album keduanya, Petualangan Sherina, yang juga diangkat menjadi film layar lebar. Film yang dibintanginya bersama Didi Petet, Mathias Muchus dan Butet Kertaradjasa itu sekaligus menjadi debut Sherina sebagai ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;">Biodata</span></p>
<p>Nama lahir   : Sinna Sherina Munaf<br />
Lahir               : 11 Juni 1990 (umur 19)Bandung, Indonesia<br />
Tahun aktif   : 1999 &#8211; sekarang<br />
Perusahaan  : rekaman Trinity Production</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Biografi</span></p>
<p>Gadis yang memiliki nama Sinna Sherina Munaf itu, mulai meririlis debut albumnya pada 1999 dengan album Andai Aku Besar Nanti. Dalam album tersebut berisi lagu-lagu Andai Aku Besar Nanti, Pelangiku, Kembali ke Sekolah.Berikutnya, gadis kelahiran Bandung, 11 Juni 1990 itu merilis album keduanya, Petualangan Sherina, yang juga diangkat menjadi film layar lebar. Film yang dibintanginya bersama Didi Petet, Mathias Muchus dan Butet Kertaradjasa itu sekaligus menjadi debut Sherina sebagai bintang film, meski filmnya yang lain belum pernah ada.Memasuki usia remajanya, Sherina kemudian merilis album My Life dengan lagu andalan My Life, Aku Tlah Dewasa dan Clik Clok.Belakangan, putri pasangan Triawan Munaf dan Luki Ariani ini, kembali muncul dengan album baru. Album bertajuk Primadona (2007), tampil dengan gaya barunya yang dewasa. Sherina tampil dengan lagu-lagu dewasa yang diciptakannya sendiri.Meksi masih muda, namun kemampuan Sherina dalam menciptakan lagu tidak bisa dianggap remeh. Di tahun 2008, Sherina yang pernah menjadi kekasih Kevin Aprilio ini dipercaya menyumbangkan lagu pada soundtrack film AYAT-AYAT CINTA. Dengan single Jalan Cinta, Sherina menunjukkan kiprahnya sebagai pencipta lagu sekaligus penyanyi.Dalam film fenomenal LASKAR PELANGI di tahun 2008, Sherina yang bersahabat dengan aktor Derby Romero ini kembali dipercaya untuk menyumbangkan lagu untuk soundtrack film ini. Ku Bahagia adalah single yang dibawakan dan diciptakan oleh Sherina untuk film LASKAR PELANGI.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><span id="Iklan">Iklan</span></span></strong></p>
<ul>
<li><em>Tini Wini Biti</em> (1998-2002)</li>
<li><em>Pediasure</em> (2000-2001)</li>
<li><em>My Noodle</em> (2003)</li>
<li><em>Susu Bendera</em> (2000-2001)</li>
<li><em>Panasonic</em> (2007-Sekarang)</li>
<li><em>Grand Indonesia</em> (2008-Sekarang)</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><span id="Presenter">Presenter</span></span></strong></p>
<ul>
<li><em>Kuis Sherina</em> (RCTI, 1999)</li>
<li><em>Main Bersama Sherina</em> (RCTI, 1999)</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><span id="Diskografi">Diskografi</span></span></strong></p>
<ul>
<li><em>Andai Aku Besar Nanti</em> (1999)</li>
<li><em>Petualangan Sherina</em> (2000)</li>
<li><em>My Life</em> (2002)</li>
<li><em>Primadona</em> (2007)</li>
<li><em>Gemini</em> (2009)</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><span id="Album_kompilasi">Album kompilasi</span></span></strong></p>
<ul>
<li><em>OST Ayat Ayat Cinta</em> (2008)</li>
<li><em>OST Laskar Pelangi</em> (2008)</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><span id="Filmografi">Filmografi</span></span></strong></p>
<ul>
<li>&#8220;<em>Petualangan Sherina</em>&#8221; (2000)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangartis.com/sherina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ridho Rhoma</title>
		<link>http://gudangartis.com/ridho-rhoma/</link>
		<comments>http://gudangartis.com/ridho-rhoma/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 07:27:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ridho Rhoma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangartis.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Biodata
Nama lahir : Muhammad Ridho Irama
Lahir             : 14 Januari 1989 (umur 20)Jakarta, Indonesia
Nama lain    : Ridho Irama
Genre            : dangdut
Pekerjaan    : penyanyi
Orang tua     : Rhoma Irama dan Marwah Ali
Biografi
Muhammad Ridho Irama atau lebih dikenal dengan Ridho Irama (lahir di Jakarta, 14 Januari 1989; umur 20 tahun) adalah anak bungsu dari Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama dengan istri ketiganya Marwah Ali wanita keturunan Arab-Palembang.
Ridho mulai mengikuti jejak ayahnya untuk berkiprah di musik dangdut. Saat ini Ridho sudah diperkenalkan pada masyarakat. Pada acara tahun baru 2009, sang ayah, Rhoma, mengajak Ridho untuk tampil ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;">Biodata</span></p>
<p>Nama lahir : Muhammad Ridho Irama<br />
Lahir             : 14 Januari 1989 (umur 20)Jakarta, Indonesia<br />
Nama lain    : Ridho Irama<br />
Genre            : dangdut<br />
Pekerjaan    : penyanyi<br />
Orang tua     : Rhoma Irama dan Marwah Ali</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Biografi</span></p>
<p><strong>Muhammad Ridho Irama</strong> atau lebih dikenal dengan <strong>Ridho Irama</strong> (lahir di Jakarta, 14 Januari 1989; umur 20 tahun) adalah anak bungsu dari Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama dengan istri ketiganya Marwah Ali wanita keturunan Arab-Palembang.</p>
<p>Ridho mulai mengikuti jejak ayahnya untuk berkiprah di musik dangdut. Saat ini Ridho sudah diperkenalkan pada masyarakat. Pada acara tahun baru 2009, sang ayah, Rhoma, mengajak Ridho untuk tampil di panggung dangdut bersama dengan grup band Soneta.</p>
<p>Sejak kecil, Ridho telah mencintai musik dangdut. Ia pertama kali naik panggung musik dangdut ketika masih duduk di bangku SMP kelas 3.</p>
<p>Demi meningkatkan pamor musik dangdut di negeri sendiri, Ridho membentuk grup band dengan aliran pop dangdut, Sonet 2. 22 Januari 2009, album perdana bersama Sonet 2 diluncurkan. Tentunya masih dengan campur tangan sang raja dangdut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangartis.com/ridho-rhoma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ebiet G. Ade</title>
		<link>http://gudangartis.com/ebiet-g-ade/</link>
		<comments>http://gudangartis.com/ebiet-g-ade/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 07:14:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ebiet G. Ade]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangartis.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Biodata
Nama Lengkap                  : Ebiet Ghoffard Ade
Nama Asli                           : Abid Ghoffar Aboe Dja&#8217;far
Tanggal/Tempat lahir   : 21 April 1954/Wanadadi, Banjarnegara, Banyumas, Jawa Tengah
Nama Istri                          : Yayu Sugianto (Koespudji Rahayu)
Nama Anak &#8211; anak           : 1. Abietyasakti Ksatria Kinasih &#8211; ♂
2. Aderaprabu Lantip Trengginas &#8211; ♂
3. Byatriasa Pakarti Linuwih &#8211; ♀
4. Segara Banyu Bening &#8211; ♂

Biografi
Ebiet G. Ade (lahir di Banjarnegara, Jawa Tengah, 21 April 1954; umur 55 tahun) adalah seorang penyanyi dan penulis lagu berkewarganegaraan Indonesia. Ebiet dikenal dengan lagu-lagunya yang bertemakan alam dan duka derita kelompok tersisih. Lewat lagu-lagunya yang ber-genre balada, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;">Biodata</span></p>
<p>Nama Lengkap                  : Ebiet Ghoffard Ade<br />
Nama Asli                           : Abid Ghoffar Aboe Dja&#8217;far<br />
Tanggal/Tempat lahir   : 21 April 1954/Wanadadi, Banjarnegara, Banyumas, Jawa Tengah<br />
Nama Istri                          : Yayu Sugianto (Koespudji Rahayu)<br />
Nama Anak &#8211; anak           : 1. Abietyasakti Ksatria Kinasih &#8211; ♂<br />
2. Aderaprabu Lantip Trengginas &#8211; ♂<br />
3. Byatriasa Pakarti Linuwih &#8211; ♀<br />
4. Segara Banyu Bening &#8211; ♂</p>
<p><span id="more-155"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Biografi</span></p>
<p><strong>Ebiet G. Ade</strong> (lahir di Banjarnegara, Jawa Tengah, 21 April 1954; umur 55 tahun) adalah seorang penyanyi dan penulis lagu berkewarganegaraan Indonesia. Ebiet dikenal dengan lagu-lagunya yang bertemakan alam dan duka derita kelompok tersisih. Lewat lagu-lagunya yang ber-genre balada, pada awal karirnya, ia &#8216;memotret&#8217; suasana kehidupan Indonesia di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Tema lagunya beragam, tidak hanya tentang cinta, tetap ada juga lagu-lagu bertemakan alam, sosial-politik, bencana, religius, keluarga, dll. Sentuhan musiknya sempat mendorong pembaruan pada dunia musik pop Indonesia. Semua lagu ditulisnya sendiri, ia tidak pernah menyanyikan lagu yang diciptakan orang lain.</p>
<p>Terlahir dengan nama Abid Ghoffar bin Aboe Dja&#8217;far di Wanadadi, Banjarnegara<sup id="cite_ref-0">[1]</sup>, merupakan anak termuda dari 6 bersaudara, anak Aboe Dja&#8217;far, seorang PNS, dan Saodah, seorang pedagang kain. Dulu ia memendam banyak cita-cita, seperti insinyur, dokter, pelukis. Semuanya melenceng, Ebiet malah jadi penyanyi &#8212; kendati ia lebih suka disebut penyair karena latar belakangnya di dunia seni yang berawal dari kepenyairan<sup>.</sup></p>
<p>Setelah lulus SD, Ebiet masuk PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri) Banjarnegara. Sayangnya ia tidak betah sehingga pindah ke Yogyakarta. Sekolah di SMP Muhammadiyah 3 dan melanjutkan ke SMA Muhammadiyah I. Di sana ia aktif di PII (Pelajar Islam Indonesia). Namun, ia tidak dapat melanjutkan kuliah ke Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada karena ketiadaan biaya. Ia lebih memilih bergabung dengan grup vokal ketika ayahnya yang pensiunan memberinya opsi: Ebiet masuk FE UGM atau kakaknya yang baru ujian lulus jadi sarjana di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.<sup id="cite_ref-2">[3]</sup></p>
<p>Nama Ebiet didapatnya dari pengalamannya kursus bahasa Inggris semasa SMA. Gurunya orang asing, biasa memanggilnya Ebiet, mungkin karena mereka mengucapkan A menjadi E. Terinspirasi dari tulisan Ebiet di bagian punggung kaos merahnya, lama-lama ia lebih sering dipanggil Ebiet oleh teman-temannya. Nama ayahnya digunakan sebagai nama belakang, disingkat AD, kemudian ditulis Ade, sesuai bunyi penyebutannya, Ebiet G. Ade. Kalau dipanjangkan, ditulis sebagai Ebiet Ghoffar Aboe Dja&#8217;far.</p>
<p>Sering keluyuran tidak keruan, dulu Ebiet akrab dengan lingkungan seniman muda Yogyakarta pada tahun 1971. Tampaknya, lingkungan inilah yang membentuk persiapan Ebiet untuk mengorbit. Motivasi terbesar yang membangkitkan kreativitas penciptaan karya-karyanya adalah ketika bersahabat dengan Emha Ainun Nadjib (penyair), Eko Tunas (cerpenis), dan E.H. Kartanegara (penulis). Malioboro menjadi semacam rumah bagi Ebiet ketika kiprah kepenyairannya diolah, karena pada masa itu banyak seniman yang berkumpul di sana.</p>
<p>Meski bisa membuat puisi, ia mengaku tidak bisa apabila diminta sekedar mendeklamasikan puisi. Dari ketidakmampuannya membaca puisi secara langsung itu, Ebiet mencari cara agar tetap bisa membaca puisi dengan cara yang lain, tanpa harus berdeklamasi. Caranya, dengan menggunakan musik. Musikalisasi puisi, begitu istilah yang digunakan dalam lingkungan kepenyairan, seperti yang banyak dilakukannya pada puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Beberapa puisi Emha bahkan sering dilantunkan Ebiet dengan petikan gitarnya. Walaupun begitu, ketika masuk dapur rekaman, tidak sebiji pun syair Emha yang ikut dinyanyikannya. Hal itu terjadi karena ia pernah diledek teman-temannya agar membuat lagu dari puisinya sendiri. Pacuan semangat dari teman-temannya ini melecut Ebiet untuk melagukan puisi-puisinya.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Karir</span></strong></p>
<p>Ebiet pertama kali belajar gitar dari kakaknya, Ahmad Mukhodam, lalu belajar gitar di Yogyakarta dengan Kusbini. Semula ia hanya menyanyi dengan menggelar pentas seni di Senisono, Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta dan juga di Jawa Tengah, memusikalisasikan puisi-puisi karya Emily Dickinson, <em>Nobody</em>, dan mendapat tanggapan positif dari pemirsanya. Walau begitu ia masih menganggap kegiataannya ini sebagai hobi belaka. Namun atas dorongan para sahabat dekatnya dari PSK (Persada Studi Klub yang didirikan oleh Umbu Landu Paranggi) dan juga temannya satu kos, akhirnya Ebiet bersedia juga maju ke dunia belantika musik Nusantara. Setelah berkali-kali ditolak di berbagai perusahaan rekam, akhirnya ia diterima di Jackson Record pada tahun 1979.</p>
<p>Jika semula Ebiet enggan meninggalkan pondokannya yang tidak jauh dari pondok keraton, maka fakta telah menunjuk jalan lurus baginya ke Jakarta. Ia melalui rekaman demi rekaman dengan sukses. Sempat juga ia melakukan rekaman di Filipina untuk mencapai hasil yang lebih baik, yakni album <em>Camellia III</em>. Tetapi, ia menolak merekam lagu-lagunya dalam bahasa Jepang, ketika ia mendapat kesempatan tampil di depan publik di sana.</p>
<p>Pernah juga ia melakukan rekaman di Capitol Records, Amerika Serikat, untuk album ke-8-nya <em>Zaman</em>. Ia menyertakan Addie M.S. dan Dodo Zakaria sebagai rekan yang membantu musiknya.</p>
<p>Lagu-lagunya menjadi trend baru dalam khasana musik pop Indonesia. Tak heran, Ebiet sempat merajai dunia musik pop Indonesia di kisaran tahun 1979-1983. Sekitar 7 tahun Ebiet mengerjakan rekaman di Jackson Record. Pada tahun 1986, perusahaan rekam yang melambungkan namanya itu tutup dan Ebiet terpaksa keluar. Ia sempat mendirikan perusahaan rekam sendiri EGA Records, yang memproduksi 3 album, <em>Menjaring Matahari</em>, <em>Sketsa Rembulan Emas</em>, dan <em>Seraut Wajah</em>.</p>
<p>Sayang, pada tahun 1990, Ebiet yang &#8220;gelisah&#8221; dengan Indonesia, akhirnya memilih &#8220;bertapa&#8221; dari hingar bingar indutri musik dan memilih berdiri di pinggiran saja. Baru pada tahun 1995 ia mengeluarkan album <em>Kupu-Kupu Kertas</em> (didukung oleh Ian Antono, Billy J. Budiardjo (alm), Purwacaraka, dan Erwin Gutawa) dan <em>Cinta Sebening Embun</em> (didukung oleh Adi Adrian dari KLa Project). Pada tahun 1996 ia mengeluarkan album <em>Aku Ingin Pulang</em> (didukung oleh Purwacaraka dan Embong Rahardjo). Dua tahun berikutnya ia mengeluarkan album <em>Gamelan</em> yang memuat 5 lagu lama yang diaransemen ulang dengan musik gamelan oleh Rizal Mantovani. Pada tahun 2000 Ebiet mengeluarkan album <em>Balada Sinetron Cinta</em> dan tahun 2001 ia mengeluarkan album <em>Bahasa Langit</em>, yang didukung oleh Andi Rianto, Erwin Gutawa dan Tohpati. Setelah album itu, Ebiet mulai lagi menyepi selama 5 tahun ke depan.</p>
<p>Ebiet adalah salah satu penyanyi yang mendukung album <em>Kita Untuk Mereka</em>, sebuah album yang dikeluarkan berkaitan dengan terjadinya tsunami 2004, bersama dengan 57 musisi lainnya. Ia memang seorang penyanyi spesialis tragedi, terbukti lagu-lagunya sering menjadi tema bencana.</p>
<p>Pada tahun 2007, ia mengeluarkan album baru berjudul <em>In Love: 25th Anniversary</em> (didukung oleh Anto Hoed), setelah 5 tahun absen rekaman. Album itu sendiri adalah peringatan buat ulang tahun pernikahan ke-25-nya, bersama pula 13 lagu lain yang masih dalam aransemen lama.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><span id="Keluarga">Keluarga</span></span></strong></p>
<p>Menikah dengan Koespudji Rahayu Sugianto (atau lebih dikenal sebagai Yayuk Sugianto, kakak penyanyi Iis Sugianto) pada tanggal 4 Februari 1982, ia dikaruniai 4 anak, 3 laki-laki dan 1 perempuan:</p>
<ul>
<li>Abietyasakti &#8220;Abie&#8221; Ksatria Kinasih (lahir 8 Desember 1982)</li>
<li>Aderaprabu &#8220;Dera&#8221; Lantip Trengginas (lahir 6 Januari 1986)</li>
<li>Byatriasa &#8220;Yayas&#8221; Pakarti Linuwih (lahir 6 April 1987)</li>
<li>Segara &#8220;Dega&#8221; Banyu Bening (lahir 11 Desember 1989).</li>
</ul>
<p>Mereka bertempat tinggal di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.</p>
<p>Anak sulung Ebiet, Abie juga memiliki bakat musik, dan sering mewakili Ebiet dalam mengecek <em>sound system</em> menjelang ayahnya manggung.</p>
<p>Ebiet juga seorang penggemar golf, namun sejak terjadinya bencana tsunami 2004, ia tidak pernah lagi main golf.</p>
<p><span> </span><strong><span style="text-decoration: underline;"><span id="Diskografi">Diskografi</span></span></strong></p>
<p>Tidak seluruh album yang dikeluarkan Ebiet G. Ade berisi lagu baru. Pada tahun-tahun terakhir, ia sering mengeluarkan rilis ulang lagu-lagu lamanya, baik dengan aransemen asli maupun dengan aransemen ulang. Dan pada tahun-tahun terakhir Ebiet banyak memilih berkolaborasi dengan musisi-musisi berbakat.</p>
<p>Jumlah album kompilasinya yang dikeluarkan melebihi album studionya. Sejauh ini terdapat sedikitnya 25 album kompilasinya yang diterbitkan oleh berbagai perusahaan rekam.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><span id="Album_studio">Album studio</span></span></strong></p>
<div style="-moz-column-count: 3; -moz-column-gap: 10px;">
<ul>
<li><em>Camellia I</em> (1979)</li>
<li><em>Camellia II</em> (1979)</li>
<li><em>Camellia III</em> (1980)</li>
<li><em>Camellia 4</em> (1980)</li>
<li><em>Langkah Berikutnya</em> (1982)</li>
<li><em>Tokoh-Tokoh</em> (1982)</li>
<li><em>1984</em> (1984)</li>
<li><em>Zaman</em> (1985)</li>
<li><em>Isyu!</em> (1986)</li>
<li><em>Menjaring Matahari</em> (1987)</li>
<li><em>Sketsa Rembulan Emas</em> (1988)</li>
<li><em>Seraut Wajah</em> (1990)</li>
<li><em>Kupu-Kupu Kertas</em> (1995)</li>
<li><em>Cinta Sebening Embun</em> (1995)</li>
<li><em>Aku Ingin Pulang</em> (1995)</li>
<li><em>Gamelan</em> (1998)</li>
<li><em>Balada Sinetron Cinta</em> (2000)</li>
<li><em>Bahasa Langit</em> (2001)</li>
<li><em>In Love: 25th Anniversary</em> (2007)</li>
<li><em>Masih Ada Waktu</em> (2008)</li>
<li><em>Tembang Country 2</em> (2009)</li>
</ul>
</div>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><span id="Kompilasi">Kompilasi</span></span></strong></p>
<div style="-moz-column-count: 3; -moz-column-gap: 10px;">
<ul>
<li><em>Lagu-Lagu Terbaik I Ebiet G. Ade</em> (1987)</li>
<li><em>Lagu-Lagu Terbaik II Ebiet G. Ade</em> (1987)</li>
<li><em>Lagu-Lagu Terbaik III Ebiet G. Ade</em> (1987)</li>
<li><em>Lagu-Lagu Terbaik IV Ebiet G. Ade</em> (1987)</li>
<li><em>20 Lagu Terpopuler Ebiet G. Ade</em> (1988)</li>
<li><em>Perjalanan Vol. I</em> (1988)</li>
<li><em>Perjalanan Vol. II</em> (1988)</li>
<li><em>Seleksi Album Emas</em> (1990)</li>
<li><em>Seleksi Album Emas II</em> (1994)</li>
<li><em>16 Lagu Puisi Cinta Ebiet G. Ade</em> (1995)</li>
<li><em>Kumpulan Lagu-Lagu Religius</em> (1996)</li>
<li><em>Hidupku MilikMu &#8211; Kumpulan Lagu-Lagu Religius Vol. II</em> (1996)</li>
<li><em>21 Tembang Puisi Dan Kehidupan</em> (1996)</li>
<li><em>20 Lagu Terpopuler</em> (1997)</li>
<li><em>Lagu-Lagu Terbaik</em> (1997)</li>
<li><em>Renungan Reformasi</em> (1997)</li>
<li><em>16 Koleksi Terlengkap Ebiet G. Ade</em> (1997)</li>
<li><em>12 Lagu Terbaik Ebiet G. Ade</em> (1979-1986; 1997)</li>
<li><em>12 Lagu Terbaik Ebiet G. Ade Volume II</em> (1979-1986; 1997)</li>
<li><em>Ilham Seni</em> (1998)</li>
<li><em>Best of the Best</em> (1999)</li>
<li><em>Akustik</em> (2001)</li>
<li><em>Balada Country</em> (2002)</li>
<li><em>M. Nasir vs Ebiet G. Ade &#8211; Penyair Nusantara</em> (2002)</li>
<li><em>Nyanyian Cinta</em> (2003)</li>
<li><em>Tembang Renungan Hati</em> (2003)</li>
<li><em>Tembang Slow</em> (2004)</li>
<li><em>Kumpulan Lagu-Lagu Terbaik</em> (2004)</li>
<li><em>22 Lagu Hits Sepanjang Masa</em> (2005)</li>
<li><em>Yogyakarta</em> (2006)</li>
<li><em>Tembang Cantik</em> (2006)</li>
</ul>
</div>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><span id="Lagu_dari_album_lain">Lagu dari album lain</span></span></strong></p>
<ul>
<li><em>Untuk Anakku Tercinta</em> (1983)</li>
<li><em>Surat Dari Desa</em> (1987) dalam album Lomba Cipta Lagu Pembangunan 1987.</li>
<li><em>Berita kepada Kawan</em> (1995; versi duet dengan M. Nasir)</li>
<li><em>Mengarungi Keberkahan Tuhan</em> (2007; ditulis bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono)</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><span id="Penghargaan">Penghargaan</span></span></strong></p>
<p>Ebiet G. Ade telah menerima sejumlah penghargaan, antara lain:</p>
<div style="-moz-column-count: 2; -moz-column-gap: 10px;">
<ul>
<li>18 Golden dan Platinum Record dari Jackson Record dan label lainnya dari album <em>Camellia I</em> hingga <em>Isyu!</em></li>
<li>Biduan Pop Kesayangan PUSPEN ABRI (1979-1984)</li>
<li>Pencipta Lagu Kesayangan Angket Musica Indonesia (1980-1985)</li>
<li>Penghargaan Diskotek Indonesia (1981)</li>
<li>10 Lagu Terbaik ASIRI (1980-1981)</li>
<li>Penghargaan Lomba Cipta Lagu Pembangunan (1987)</li>
<li>Penyanyi kesayangan Siaran Radio ABRI (1989-1992)</li>
<li>BASF Awards (1984 &#8211; 1988)</li>
<li>Penyanyi solo dan balada terbaik Anugerah Musik Indonesia (1997)</li>
<li>Lagu Terbaik AMI Sharp Award (2000)</li>
<li>Planet Muzik Awards dari Singapura (2002)</li>
<li>Penghargaan Lingkungan Hidup (2005)</li>
<li>Duta Lingkungan Hidup (2006)</li>
<li>Penghargaan Peduli Award Forum Indonesia Muda (2006)</li>
<li>Sejumlah penghargaan dari berbagai lembaga independen.</li>
</ul>
</div>
<p>Kemunculan kembali Ebiet pada 28 September 2008 dalam acara Zona 80 di Metro TV cukup menjadi obat bagi para penggemarnya. Dengan dihadiri para sahabat di antaranya Eko Tunas, Ebiet G Ade membawakan lagu lama yang pernah popular pada dekade 80-an.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangartis.com/ebiet-g-ade/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ipang</title>
		<link>http://gudangartis.com/ipang/</link>
		<comments>http://gudangartis.com/ipang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 06:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ipang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangartis.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Biodata
Nama lahir  : Irfan Fahri Lazuardy
Lahir         :6 Januari 1972 (umur 37)
Biografi
Ipang yang memiliki nama lengkap Irfan Fahri Lazuardy (lahir 6 Januari 1972; umur 37 tahun) adalah vokalis grup musik BIP. Ipang bergabung dengan BIP pada tahun 2004 menggantikan posisi Irang. Sebelum bersama BIP, Ipang adalah vokalis grup band Plastik. Hengkang dari Plastik, Ipang sempat berolo karir dengan aliran baru, triphop. Pergantian vokalis BIP juga menandai perubahan label mereka dari EMI ke Forte Record, juga adanya album baru Udara Segar (2004).
Tahun 2008, Ipang berduet dengan Dewiq, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;">Biodata</span></p>
<p>Nama lahir  : Irfan Fahri Lazuardy<br />
Lahir         :6 Januari 1972 (umur 37)</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Biografi</span></p>
<p><strong>Ipang</strong> yang memiliki nama lengkap <strong>Irfan Fahri Lazuardy</strong> (lahir 6 Januari 1972; umur 37 tahun) adalah vokalis grup musik BIP. Ipang bergabung dengan BIP pada tahun 2004 menggantikan posisi Irang. Sebelum bersama BIP, Ipang adalah vokalis grup band Plastik. Hengkang dari Plastik, Ipang sempat berolo karir dengan aliran baru, triphop. Pergantian vokalis BIP juga menandai perubahan label mereka dari EMI ke Forte Record, juga adanya album baru <em>Udara Segar</em> (2004).</p>
<p>Tahun 2008, Ipang berduet dengan Dewiq, istri Pay rekannya di BIP dalam lagu &#8220;Be Te&#8221;.Selain duet dengan Dewiq, Ipang juga menyanyikan lagu &#8220;Sahabat Kecil&#8221; untuk soundtrack film <em>Laskar Pelangi</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangartis.com/ipang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewiq</title>
		<link>http://gudangartis.com/dewiq/</link>
		<comments>http://gudangartis.com/dewiq/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 13:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dewiq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangartis.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Biodata
Nama lahir     Cynthia Dewi Bayu Wardhani
Lahir     15 Juni 1975 (umur 34),Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, Indonesia
Nama lain        ewiq
Pekerjaan       : musikus, penyanyi
Tahun aktif    : 1995 &#8211; sekarang
Pasangan        : Pay
Biografi
Karir
Bungsu dua bersaudara pasangan Bambang Yuliarto dan Myrna Amy Nigell (Belanda) ini sejak kecil menyukai musik. Saat SMP, dirinya belajar bermain gitar, dan belajar drum saat SMU dijakarta utara.Dewiq mulai mengenal musik yang mulai ia sukai beraliran rock, Gun n Rose, Black sabath, Metalica. Ketika kuliah di Sastra Inggris STIBA Bandung ia membentuk grup ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Biodata</strong></span></p>
<p>Nama lahir     Cynthia Dewi Bayu Wardhani<br />
Lahir     15 Juni 1975 (umur 34),Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, Indonesia<br />
Nama lain       <img src='http://gudangartis.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ewiq<br />
Pekerjaan       : musikus, penyanyi<br />
Tahun aktif    : 1995 &#8211; sekarang<br />
Pasangan        : Pay</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Biografi</strong></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Karir">Karir</span></strong></span></p>
<p>Bungsu dua bersaudara pasangan Bambang Yuliarto dan Myrna Amy Nigell (Belanda) ini sejak kecil menyukai musik. Saat SMP, dirinya belajar bermain gitar, dan belajar drum saat SMU dijakarta utara.Dewiq mulai mengenal musik yang mulai ia sukai beraliran rock, Gun n Rose, Black sabath, Metalica. Ketika kuliah di Sastra Inggris STIBA Bandung ia membentuk grup band Red Rose yang khusus memainkan musik Extreme, Mr Big, dan Led Zeppelin. Sayangnya, karena terlalu asyik di band dan mengikuti berbagai festival musik, kuliahnya terbengkalai dan hanya sampai semester empat.</p>
<p>Dewiq yang sempat menjadi drumer di band Apple Garden dan Red Rose ini mendapat kesempatan rekaman album saat pemain bass U camp mendengarnya bernyanyi saat latihan. Dewiq yang kala itu menjadi drumer band U Camp versi cewek digaet Union Artist untuk rekaman dan merilis album <em>Weeq</em> (1996). Album tersebut laku sampai 30 ribu keping. Album keduanya <em>Apa Adanya</em> (1999) direkam di bawah bendera perusahaan rekaman Metro. Sedangkan album ketiga, <em>Hanya Manusia Biasa</em> (2001) direkam di perusahaan rekaman Universal Music.</p>
<p>Usai album ketiga, Dewiq memutuskan mundur dari panggung menyanyi. Dia memilih di belakang layar dengan menjadi pencipta lagu. Lagu ciptaan Dewiq, &#8220;Dunia Belum Berakhir&#8221; yang dinyanyikan Shaden mampu mempopulerkan grup musik itu. Dewiq pun banyak mendapat permintaan membuatkan lagu. Bahkan pada SCTV Musik Award 2008, Dewiq meraih penghargaan penghargaan khusus Hits Maker Terfavorit.</p>
<p><span> </span><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Kehidupan_pribadi">Kehidupan pribadi</span></strong></span></p>
<p>Dewiq mulai pacaran dengan Pay saat proses penggarapan album kedua. Mereka menikah Maret 2001. Hingga kini keduanya belum dikaruniai keturunan.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Diskografi">Diskografi</span></strong></span></p>
<ul>
<li>Weed (1996)</li>
<li>Apa Adanya (1999)</li>
<li>Hanya Manusia Biasa (2001)</li>
<li>Album Kompilasi : Siapa Dewiq ? The Hits Maker (2008)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangartis.com/dewiq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anggun C. Sasmi</title>
		<link>http://gudangartis.com/anggun-c-sasmi/</link>
		<comments>http://gudangartis.com/anggun-c-sasmi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 12:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anggun C. Sasmi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangartis.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Biodata
Nama lahir                     :  Anggun Cipta Sasmi
Lahir                                 : 29 April 1974 (umur 35)Jakarta, Indonesia
Genre                                : Pop, Rock, R&#38;B, World music
Pekerjaan                        : Penyanyi/Penulis lagu
Tahun aktif                      :1986–sekarang
Perusahaan rekaman  : Heben, Sony BMG, Warner
Biografi
Anggun Cipta Sasmi (lahir di Jakarta, 29 April 1974; umur 35 tahun) adalah penyanyi asal Indonesia yang saat ini telah memiliki kewarganegaraan Perancis. Ia merupakan putri dari Darto Singo, seorang seniman Indonesia dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta. Mengawali kariernya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Biodata</strong></span></p>
<p>Nama lahir                     :  Anggun Cipta Sasmi<br />
Lahir                                 : 29 April 1974 (umur 35)Jakarta, Indonesia<br />
Genre                                : Pop, Rock, R&amp;B, World music<br />
Pekerjaan                        : Penyanyi/Penulis lagu<br />
Tahun aktif                      :1986–sekarang<br />
Perusahaan rekaman  : Heben, Sony BMG, Warner</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Biografi</strong></span></p>
<p><strong>Anggun Cipta Sasmi</strong> (lahir di Jakarta, 29 April 1974; umur 35 tahun) adalah penyanyi asal Indonesia yang saat ini telah memiliki kewarganegaraan Perancis. Ia merupakan putri dari Darto Singo, seorang seniman Indonesia dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta. Mengawali kariernya dengan tampil di panggung Ancol di usia 7 tahun,Anggun kemudian merekam album anak-anak 2 tahun kemudian.Di bawah bimbingan Ian Antono, Anggun memulai debutnya di Indonesia di tahun 1986 melalui album <em>Dunia Aku Punya</em>. Pada usianya yang masih sangat muda Anggun telah berhasil menggapai puncak popularitasnya sebagai penyanyi rock di Indonesia dengan diraihnya penghargaan &#8220;Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991&#8243;.Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang komposer besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya, <em>Snow on the Sahara</em>, di lebih dari 33 negara di seluruh dunia.</p>
<p>Saat ini Anggun bermukim di Perancis dan Kanada untuk melanjutkan karier internasionalnya. Sejak tahun 1997, album-album Anggun direkam dalam dua bahasa, Inggris dan Perancis. Dengan 4 album internasionalnya, Anggun tercatat sebagai penyanyi Asia paling sukses di luar Asia.</p>
<h3><span id="1974.E2.80.931994">1974–1994</span></h3>
<h4><span> </span> <span id="Masa_kecil">Masa kecil</span></h4>
<p>Anggun merupakan putri pertama dari pasangan Darto Singo, seorang seniman Indonesia dengan Dien Herdina, seorang ibu rumah tangga yang masih keturunan keraton Yogyakarta.<sup id="cite_ref-KL_0-2">[1]</sup> Anggun menempuh pendidikan dasarnya di sebuah sekolah Katolik di Jakarta, walaupun Anggun adalah seorang Muslim. Anggun dibesarkan dalam keluarga yang penuh seni. Sejak usia 7 tahun Anggun digembleng latihan vokal setiap hari oleh ayahnya.<sup id="cite_ref-KickAndy_7-0">[8]</sup> Anggun diajarkan berbagai latihan teknik vokal dengan penuh disiplin. Tidak hanya itu, Anggun juga diajarkan bermain piano. Dengan dimanajeri ibunya, Anggun kemudian mulai tampil di atas panggung, meskipun sering hanya dengan imbalan nasi bungkus.<sup id="cite_ref-KickAndy_7-1">[8]</sup> Pada usia 9 tahun, Anggun mulai menciptakan lagu-lagunya sendiri dan mulai merekan album anak-anak.<sup id="cite_ref-IMDB_3-2">[4]</sup></p>
<h4><span id="Karier_di_Indonesia">Karier di Indonesia</span></h4>
<div>
<div style="width: 182px;">
<div>
<div><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></div>
<p>Tua Tua Keladi (1990)</p></div>
</div>
</div>
<p>Saat menginjak usia 12 tahun, Anggun meluncurkan album rock pertamanya berjudul <em>Dunia Aku Punya</em>. Album tersebut diproduseri oleh gitaris rock terkenal Indonesia, Ian Antono.<sup id="cite_ref-KL_0-3">[1]</sup> Album pertamanya mendapat sambutan yang lumayan di akhir tahun 1980-an. Nama Anggun mencapai puncak popularitasnya di tahun 1990 setelah merilis singel berjudul &#8220;Mimpi&#8221;,<sup id="cite_ref-8">[9]</sup> kemudian disusul &#8220;Tua Tua Keladi&#8221; dan &#8220;Takut&#8221; yang menjadi hits saat itu.<sup id="cite_ref-9">[10]</sup> Anggun berhasil meraih penghargaan sebagai &#8220;Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991&#8243;.<sup id="cite_ref-IMDB_3-3">[4]</sup><sup id="cite_ref-Swa1_4-1">[5]</sup> Anggun kemudian merilis banyak singel dan album, mengantarkannya menjadi penyanyi rock remaja papan atas di era awal 1990-an.<sup id="cite_ref-IMDB_3-4">[4]</sup></p>
<p>Di tengah puncak popularitasnya sebagai <em>lady rocker</em> di Indonesia, Anggun malah memutuskan untuk menikah muda pada tahun 1992 dengan Michel de Ghea, seorang warga negara Perancis. Anggun pertama kali bertemu dengan Michel saat mengadakan tour ke Banjarmasin.<sup id="cite_ref-KickAndy_7-2">[8]</sup> Meskipun demikian, ternyata popularitas Anggun tidak meredup. Ia kemudian berhasil menjadi penyanyi termuda yang mendirikan perusahaan rekamanya sendiri, PT Bali Cipta Record.<sup id="cite_ref-Swa1_4-2">[5]</sup></p>
<p>Hingga tahun 1994, Anggun sudah tercatat sebagai penyanyi mapan di Indonesia dengan penjualan mencapai jutaan kopi. Selain telah memiliki perusahaan rekaman sendiri, Anggun juga telah memproduseri sendiri albumnya.<sup id="cite_ref-10">[11]</sup> Anggun telah merilis sebanyak 5 album solo yaitu <em>Dunia Aku Punya</em> (1986), <em>Anak Putih Abu Abu</em> (1991), <em>Nocturno</em> (1992), <em>Anggun C. Sasmi&#8230; Lah!!!</em> (1993) dan <em>Yang Hilang</em> (1994), ditambah belasan singel dan kompilasi.<sup id="cite_ref-11">[12]</sup></p>
<h3><span id="1995.E2.80.931996">1995–1996</span></h3>
<h4><span id="Meninggalkan_Indonesia_dan_masa-masa_awal_di_Eropa">Meninggalkan Indonesia dan masa-masa awal di Eropa</span></h4>
<p>Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan kariernya di Indonesia guna mewujudkan impiannya menjadi penyanyi bertaraf internasional. Ia kemudian menjual perusahaan rekamannya dan hijrah ke Eropa bersama suaminya, Michel de Ghea. Anggun menetap di London, Britania selama setahun untuk memulai kariernya lagi dari bawah. Ia rajin mengirim demo rekaman ke berbagai studio di Britania dan juga pergi ke klub-klub untuk memperkenalkan dirinya sebagai penyanyi. Biaya hidup yang tinggi di London, membuat uang hasil penjualan perusahaan rekaman Anggun habis sedikit demi sedikit.<sup id="cite_ref-12">[13]</sup> Anggun pun harus menerima kekecewaan tatkala semua demo rekamannya tidak mendapat respon positif. Anggun akhirnya berada pada kesimpulan bahwa kariernya tidak akan pernah tumbuh di Britania dan berencana untuk memulai karier di negara Eropa lain. Ia sempat berniat pindah ke Belanda, namun kemudian ia beralih ke Perancis.</p>
<p>Dua tahun setelah meninggalkan Indonesia, Anggun akhirnya berhasil bertemu dengan Erick Benzi, salah seorang produser besar Perancis yang pernah menangani album sejumlah penyanyi kenamaan seperti Celine Dion, Jean-Jacques Goldman dan Jhonny Hallyday.<sup id="cite_ref-RFIBio_5-1">[6]</sup> Benzi terpikat oleh kemampuan vokal Anggun dan seketika menawarkannya untuk rekaman album. Anggun kemudian terbang ke Manila, Filipina untuk mengikuti audisi Sony Music International. Dalam audisi tersebut, Anggun berhasil menyisihkan para penyanyi dari berbagai negara hingga akhirnya berhasil mendapat kontrak Sony untuk 5 album. Sebelum masuk dapur rekaman, Anggun mempelajari bahasa Perancis di Alliance Française selama sebulan.<sup id="cite_ref-RFI-Nov2000_13-0">[14]</sup><sup id="cite_ref-KickAndy_7-3">[8]</sup></p>
<h3><span id="1997.E2.80.931999">1997–1999</span></h3>
<h4><span id="Album_pertama_dan_kesuksesan_internasional">Album pertama dan kesuksesan internasional</span></h4>
<p>Pada tanggal 24 Juni 1997, album pertama Anggun bertajuk <em>Au nom de la lune</em> dilepas ke pasaran Perancis. Singel pertama Anggun, &#8220;La neige au Sahara&#8221;, mendapat tempat di hati peminat musik Perancis bahkan hingga Belgia, Swiss dan Kanada.<sup id="cite_ref-Swa1_4-3">[5]</sup> Singel ini tercatat sebagai lagu yang paling sering diputar di radio-radio Perancis tahun 1997 dan menjadi salah satu <em>Hit Summer &#8216;97</em>.<sup id="cite_ref-RFIBio_5-2">[6]</sup> Melalui album ini, kini Anggun berubah total dari seorang penyanyi rock tomboy menjadi penyanyi pop yang romantis dan sensual.<sup id="cite_ref-SB_14-0">[15]</sup><sup id="cite_ref-KickAndy_7-4">[8]</sup><sup id="cite_ref-AnggunWorld_15-0">[16]</sup> Album yang memuat elemen world music ditambah bunyi-bunyian instrumen tradisional Indonesia (tambur, seruling, kemiri) ini berhasil mereguk sukses dengan penjualan lebih dari 150.000 kopi di Perancis dan Belgia, menjadikannya seorang artis berbangsa Indonesia pertama yang berhasil meletakkan nama sejajar dengan artis-artis Perancis yang ada.<sup id="cite_ref-AnggunWorld_15-1">[16]</sup><sup id="cite_ref-SB_14-1">[15]</sup></p>
<p>Setahun berikutnya, Anggun meluncurkan versi bahasa Inggris dari album pertamanya dengan judul <em>Snow on the Sahara</em>. Album ini dirilis resmi di lebih dari 33 negara di Eropa, Asia, dan Amerika.<sup id="cite_ref-RFIBio_5-3">[6]</sup><sup id="cite_ref-BE_6-1">[7]</sup><sup id="cite_ref-IMDB_3-5">[4]</sup> Album ini berhasil meraih sukses dengan penjualan mencapai lebih dari satu juta keping, menjadikan Anggun sebagai penyanyi Asia terlaris di luar Asia. Singel &#8220;Snow on the Sahara&#8221; seketika menjadi hit dan berhasil mencapai posisi puncak di 15 negara, termasuk Italia dan Spanyol.<sup id="cite_ref-JP_Fao_16-0">[17]</sup><sup id="cite_ref-BE_6-2">[7]</sup><sup id="cite_ref-Antara_Pangan_17-0">[18]</sup> Pada tahun 1999, singel ini juga berhasil menduduki posisi Top 5 pada UK Club Charts di Inggris dan terpilih sebagai lagu promo jam tangan mewah dunia, <em>Swatch</em>.<sup id="cite_ref-IMDB_3-6">[4]</sup><sup id="cite_ref-RFIBio_5-4">[6]</sup></p>
<h4><span id="Debut_di_Amerika_Utara">Debut di Amerika Utara</span></h4>
<p>Album <em>Snow on the Sahara</em> dirilis di Amerika Serikat pada Mei 1998 oleh Epic Records.<sup id="cite_ref-Allmusic_2-1">[3]</sup> Anggun melakukan tour selama sembilan bulan di negara itu untuk mempromosikan albumnya.<sup id="cite_ref-JP_18-0">[19]</sup> Saat berada di sana, Anggun diundang oleh penyanyi Sarah McLachlan untuk tampil di <em>Lilith Fair</em>, sebuah festival musik wanita berkeliling Amerika.<sup id="cite_ref-RFI-Nov2000_13-1">[14]</sup> Anggun juga tampil di acara New York &#8220;Sessions at West 54th&#8221; dan menjadi satu-satunya penyanyi Asia yang mendapat kehormatan tampil pada acara Divas Live di Las Vegas.<sup id="cite_ref-19">[20]</sup><sup id="cite_ref-20">[21]</sup> Anggun sempat muncul di media Amerika, seperti majalah <em>Billboard</em> dan <em>Rolling Stone</em>.<sup id="cite_ref-IMDB_3-7">[4]</sup> Anggun juga beberapa kali tampil di TV Amerika, seperti dalam acara The Rossie O&#8217;Donnel Show dan wawancara di CNN Internasional dalam program World Beat.<sup id="cite_ref-RFI-Nov2000_13-2">[14]</sup><sup id="cite_ref-21">[22]</sup></p>
<p>Dengan 3 singelnya, Anggun berhasil menoreh sejarah dengan menjadi penyanyi Asia pertama yang memasuki tangga lagu Billboard. Singel &#8220;Snow on the Sahara&#8221; mencapai posisi 16 di Billboard Hot Dance/Club Play serta posisi 19 di Billboard Border Breaker charts.<sup id="cite_ref-22">[23]</sup><sup id="cite_ref-RFI-Nov2000_13-3">[14]</sup> Lagu Anggun juga menduduki posisi kedua setelah Céline Dion dalam <em>Billboard journalist&#8217;s favourite singles of &#8216;98</em>.<sup id="cite_ref-RFI-Nov2000_13-4">[14]</sup> Meskipun cukup fenomenal, album Anggun ini terbilang gagal di Amerika dan tidak mampu menembus tangga album Billboard 200. Album ini menduduki peringkat 23 di Billboard Heat Seekers Chart dan sampai saat ini terjual sekitar 200.000 keping di seluruh Amerika.<sup id="cite_ref-23">[24]</sup><sup id="cite_ref-JP_18-1">[19]</sup><sup id="cite_ref-Swa2_24-0">[25]</sup></p>
<h3><span id="2000.E2.80.932003">2000–2003</span></h3>
<h4><span id="Perceraian.2C_pergantian_kewargangaraan_dan_album_kedua">Perceraian, pergantian kewargangaraan dan album kedua</span></h4>
<p>Anggun akhirnya resmi becerai dengan Michel de Ghea pada tahun 1999. Tahun berikutnya, Anggun juga memutuskan melepaskan kewarganegaraan Indonesia-nya. Perpindahan kewarganegaraan Anggun ini sempat menuai kontroversi di tanah air dan banyak pihak mempertanyakan nasionalismenya. Pada acara Kick Andy tahun 2006, Anggun menyatakan bahwa ia berpindah kewarganegaraan akibat susahnya birokrasi KBRI sehingga menyusahkannya sebagai penyanyi yang punya jam terbang cukup tinggi di luar negeri. Anggun juga menyatakan bahwa yang berganti hanyalah warna paspornya, sementara ia sampai kapanpun akan tetap menjadi orang Indonesia.<sup id="cite_ref-KickAndy_7-5">[8]</sup></p>
<p>Album kedua Anggun dirilis pada tahun 2000 dengan judul <em>Chrysalis</em> (versi bahasa Inggris) dan <em>Désirs contraires</em> (versi bahasa Perancis). Album keduanya ini masih digarap oleh Erick Benzi, namun kali ini Anggun yang menulis semua lirik lagu berbahasa Inggris. Jika di album pertamanya bergenre etnik, maka kali ini Anggun mencoba unsur R&amp;B dan Europop. Dirilis resmi di 15 negara di Eropa dan Asia, sayangnya album ini tidak lagi dirilis di Amerika Serikat, meskipun singel pertamanya sempat beberapa kali mengudara di radio-radio Amerika.</p>
<p>Album ini menelurkan hits berjudul &#8220;Still Reminds Me&#8221;. Singel ini berhasil menduduki Top 5 dalam The Music &amp; Media Europe Brokers Breakers Charts dan mencapai posisi puncak di Asian United Chart. Khusus pasaran Asia Tenggara, Anggun merilis sebuah singel berbahasa Indonesia berjudul &#8220;Yang &#8216;Ku Tunggu&#8221;. Album kedua Anggun ini kembali terjual di atas satu juta keping, bahkan berhasil meraih Gold di Italia hanya dalam waktu seminggu.<sup id="cite_ref-BE_6-3">[7]</sup></p>
<p>Pada akhir tahun 2000, Anggun mendapat undangan untuk tampil pada konser Natal di Vatikan bersama Bryan Adams. Anggun kemudia menggelar tur pertamanya keliling Eropa dan Asia. Konser pertama Anggun dimulai di Le Bataclan, Perancis pada 1 Februari 2001 dan berakhir di Kallang Theater, Singapura pada 30 April 2001.<sup id="cite_ref-RFIBio_5-5">[6]</sup> Anggun juga tampil di berbagai acara musik internasional diantaranya World Music Awards, MTV Awards, Top of the Pops, Silver Screen Awards, Women Inspire Awards, dan lainnya.<sup id="cite_ref-BE_6-4">[7]</sup><sup id="cite_ref-ID2_25-0">[26]</sup></p>
<h4><span id="Kolaborasi.2C_pergantian_label_dan_pernikahan_kedua">Kolaborasi, pergantian label dan pernikahan kedua</span></h4>
<p>Dari tahun 2001 hingga 2003, Anggun terlibat dalam banyak proyek kolaborasi. Dari sejumlah kolaborasi yang dilakukannya yang cukup sukses yaitu dengan DJ Cam dalam lagu jazz &#8220;Summer in Paris&#8221; (2001), dengan Deep Forest pada lagu bercengkok Sunda, &#8220;Deep Blue Sea&#8221; (2002) serta duet dengan penyanyi rock terkenal Italia, Piero Pelù dalam singel &#8220;Amore Immaginato&#8221; (2003). Singel duet Anggun dengan Piero Pelu bahkan berhasil menduduki posisi puncak National Italian Airplay Chart selama 2 bulan.<sup id="cite_ref-ID2_25-1">[26]</sup></p>
<p>Anggun juga terlibat dalam proyek 2 film besar Skandinavia, yaitu <em>Anja &amp; Viktor</em> dan <em>Open Hearts</em>.<sup id="cite_ref-BE_6-5">[7]</sup> Anggun merilis sebuah lagu berjudul &#8220;Rain (Here Without You)&#8221; untuk <em>Anja &amp; Viktor</em> di tahun 2001. Tahun berikutnya, Anggun merilis album soundtrack <em>Open Hearts</em> di tahun 2002.<sup id="cite_ref-Albumint_26-0">[27]</sup><sup id="cite_ref-27">[28]</sup> Di album berbahasa Inggris ketiga ini, Anggun bekerja sama dengan 2 musisi asal Denmark, Jesper Winge Leisner and Niels Brinck. Singel dari album ini, &#8220;Open Your Heart&#8221;, dinominasikan meraih penghargaan &#8220;Best Song&#8221; pada Danish Film Awards 2003.<sup id="cite_ref-BE_6-6">[7]</sup></p>
<p>Pencapaian karier Anggun mengantarkannya meraih sejumlah apresiasi. Ia dianugerahi penghargaan &#8220;The Cosmopolitan Asia Women Award&#8221; di tahun 2000 serta &#8220;The Women Inspire Award&#8221; di tahun 2002, sebagai penyanyi yang memberi inspirasi kepada seluruh wanita Asia atas kariernya sebagai penyanyi solo asal Asia yang sukses di dunia internasional.<sup id="cite_ref-28">[29]</sup><sup id="cite_ref-IMDB_3-8">[4]</sup> Pada Januari 2003, Anggun hadir di MIDEM Awards untuk menerima penghargaan prestisius, Diamond Award, yang diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Perancis. Penghargaan tersebut mengukuhkannya menjadi salah satu penyanyi berbahasa Perancis tersukses di luar Perancis.<sup id="cite_ref-BE_6-7">[7]</sup></p>
<p>Pada tahun 2003 Anggun memutuskan untuk menghentikan kerja samanya dengan Sony Music, meskipun kotraknya belum selesai. Langkah ini diambil Anggun akibat telah berubahnya struktur perusahaan itu di berbagai negara.<sup id="cite_ref-29">[30]</sup> Anggun juga memutuskan pindah ke Montreal, Kanada untuk memperlebar sayapnya di Amerika. Di sini pula Anggun kemudian bertemu jodoh dengan Olivier Maury, seorang sarjana politik Kanada dan mereka menikah di tahun 2004.</p>
<h3><span id="2004.E2.80.932006">2004–2006</span></h3>
<h4><span id="Album_ketiga_hingga_menjadi_duta_PBB">Album ketiga hingga menjadi duta PBB</span></h4>
<p>Anggun kembali tampil dengan album ketiganya berjudul <em>Luminescence</em> di tahun 2005. Berbeda dengan album-album terdahulu, kali ini untuk versi bahasa Perancis dan bahasa Inggris dirilis dengan judul yang sama. Setelah 5 tahun tidak merilis album studio, Anggun yang sebelumnya di bawah label Sony Music, kini pindah ke Universal.<sup id="cite_ref-Albumint_26-1">[27]</sup> Selain itu, di album ini posisi Erick Benzi sebagai produser telah digantikan oleh nama-nama tersohor dalam dunia musik Perancis seperti Jean-Pierre Taieb, Lionel Florence, Evelyn Kraal, dan Jean Faque. Album ini berhasil meraih status Platinum di Eropa dan 4x Platinum di Asia.<sup id="cite_ref-30">[31]</sup></p>
<p>Singel pertama dari album ini, &#8220;Être une femme&#8221;, telah dinobatkan sebagai Lagu Paling Populer Tahun 2004 oleh Radio France International, sebuah stasiun radio bertaraf internasional di Perancis. Versi berbahasa Inggrisnya, &#8220;In Your Mind&#8221;, merupakan lagu yang sangat populer di Asia. Di Timur Tengah, lagu ini berhasil mencapai posisi puncak tangga lagu Turki, Uni Emirat Arab, dan Lebanon. Singel kedua album ini, &#8220;Saviour&#8221;, juga menjadi hit dan terpilih sebagai soundtrack dari film box office, <em>The Transporter 2</em>.<sup id="cite_ref-SB_14-2">[15]</sup></p>
<p>Pada ini, Anggun menerima sebuah penghargaan tertinggi &#8220;Chevalier des Arts et Lettres&#8221; dari pemerintah Perancis atas prestasi karier dan kontribusinya pada budaya Perancis di seluruh dunia.<sup id="cite_ref-31">[32]</sup><sup id="cite_ref-32">[33]</sup> Anggun juga ditunjuk sebagai juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Skim Mikrokredit, sebuah program pengentasan kemiskinan di seluruh dunia.<sup id="cite_ref-MC_33-0">[34]</sup> Anggun juga terpilih menjadi ambassador bagi Audemars Piguet, sebuah perusahaan jam tangan mewah dunia asal Swiss.<sup id="cite_ref-Audemars_34-0">[35]</sup></p>
<h4><span id="Best-Of"><em>Best-Of</em></span></h4>
<p>Pada tahun 2006, Anggun merilis ulang album <em>Luminescence</em> dengan menambahkan tiga lagu baru dan foto-foto terbaru. Singel terbarunya yaitu &#8220;Juste avant toi&#8221; atau &#8220;I&#8217;ll Be Alright&#8221; telah direkam secara rahasia di Jakarta dan Bali. Di Perancis, Swiss, Belgia, dan negara berbahasa Perancis lainnya, Luminescence Repackage dipasarkan pada 21 Agustus 2006. Sebuah buku foto Anggun disertakan dalam setiap pembelian album tersebut. Pada tahun tersebut, Anggun juga melakukan duet dengan penyanyi legendaris Julio Iglesias dalam lagu &#8220;All of You&#8221;.<sup id="cite_ref-35">[36]</sup></p>
<p>Bertempat di Jakarta Convention Center, pada tanggal 25 Mei 2006, Anggun menggelar konser tunggalnya di Indonesia secara besar-besaran. Tiket yang disediakan yakni sebanyak 5.000 lembar seluruhnya habis terjual.<sup id="cite_ref-SB_14-3">[15]</sup><sup id="cite_ref-36">[37]</sup> <em>Kompas</em> menyebutnya sebagai salah satu konser terspektakuler sepanjang tahun. Anggun kemudian menerima penghargaan khusus dari Anugerah Musik Indonesia sebagai &#8220;Artis Internasional Terbaik&#8221;.<sup id="cite_ref-37">[38]</sup><sup id="cite_ref-38">[39]</sup> Anugerah khas itu diberikan atas keberhasilannya mengukir nama di luar negeri dan menaikan nama industri musik Indonesia di mata internasional. Menutup tahun itu, Anggun merilis kompilasi terbaik berjudul <em>Best Of</em>. Album ini menampilkan hits Anggun selama karier internasionalnya, ditambah tiga lagu lawas Anggun: &#8220;Mimpi&#8221;, Bayang-Bayang Ilusi&#8221; dan &#8220;Takut&#8221;, yang dinyanyikan ulang dengan iringan Andy Ayunir dan Orkestra Saunine.<sup id="cite_ref-39">[40]</sup></p>
<h3><span id="2007.E2.80.93sekarang">2007–sekarang</span></h3>
<h4><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Elevation"><em>Elevation</em></span></strong></span></h4>
<p>Pada tahun 2007, Anggun terlibat dalam penggarapan film dokumenter berjudul <em>Un jour sur terre</em> atau <em>Earth</em>. Anggun bertindak sebagai narator dan merilis singel soundtrack dari film tersebut. Di akhir tahun 2008, Anggun merilis album keempatnya bertajuk <em>Elevation</em>. Di album ini, Anggun mengubah total aliran musiknya dengan memasukan jenis musik hip hop dan urban.<sup id="cite_ref-40">[41]</sup><sup id="cite_ref-RFI-Jan2009_41-0">[42]</sup> Anggun menggandeng produser hip hop asal Amerika Serikat, Tefa dan Masta. Anggun juga berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi rap diantaranya Pras Michel (personel The Fugees), Sinik dan Big Ali serta Laurent Wolf dan Tomer G. untuk meremix lagu-lagunya.<sup id="cite_ref-42">[43]</sup> Di Indonesia, sebelum dirilis resmi pada 1 Desember 2009, album ini bahkan telah mendapat penghargaan Double Platinum.<sup id="cite_ref-43">[44]</sup><sup id="cite_ref-44">[45]</sup></p>
<p>Singel pertama dari album ini yaitu &#8220;Si tu l&#8217;avoues&#8221; untuk pasaran Perancis, &#8220;Crazy&#8221; untuk pasaran internasional, serta &#8220;Jadi Milikmu&#8221; untuk pasaran Indonesia.</p>
<p>Pada tahun 2009, Anggun menggelar konser di 5 kota di Indonesia bertajuk &#8220;Anggun Indonesia Roadshow 2009&#8243;. Dalam pegelaran ini Anggun menggandeng sejumlah penyanyi populer Indonesia, di antaranya Bunga Citra Lestari, Dewi Sandra, Pinkan Mambo, Glenn Fredly dan Ello.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong> <span id="Kehidupan_pribadi">Kehidupan pribadi</span></strong></span></p>
<p>Pada tahun 1992, Anggun menikah muda dengan dengan Michel de Ghea, seorang pria berkebangsaan Perancis. Konon pernikahan ini awalnya kurang disetujui oleh pihak keluarga Anggun karena perbedaan usia yang besar dan usia Anggun yang masih terlalu muda untuk menikah. Bersama Michel, Anggun kemudian hijrah ke Eropa untuk mewujudkan mimpi besarnya. Pasangan ini menetap di London, Inggris sejak tahun 1994, lalu kemudian pindah ke Paris, Perancis. Namun sayangnya setelah 7 tahun, pernikahan ini kandas di tahun 1999.</p>
<p>Sejak menetap di Montreal, Kanada pada tahun 2003, Anggun mulai menjalin hubungan dengan Oliver Maury, seorang sarjana politik Kanada. Setahun berikutnya, hubungan ini berlanjut ke jenjang perkawinan melalui upacara sederhana di Bali. Maury kemudian diangkat sebagai manajer Anggun. Namun kemudian pernikahan ini kembali kandas di tahun 2006.</p>
<p>Anggun kemudian menjalin hubungan dengan Cyril Montana, seorang penulis Perancis. Pada 8 November 2007, Anggun melahirkan putri pertamanya yang diberi nama Kirana Cipta Montana Sasmi.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Aktivitas_lain">Aktivitas lain</span></strong></span></p>
<p>Anggun merupakan salah satu artis yang sangat peduli pada masalah sosial. Sejak karier internasionalnya, Anggun telah terlibat dalam banyak proyek album amal, diantaranya <em>Ensemble contre le Sida</em> (1998), <em>Les enfoires</em> (1999), <em>Les Restos du coeur</em> (1999), <em>Echoes of the Earth</em> (2000), <em>Les voix de l&#8217;espoir</em> (2001), <em>Gaia</em> (2002), <em>le Concert pour la Paix</em> (2003), <em>Genesis</em> (2004) (duet bersama Peter Gabriel), &#8220;L&#8217;or de nos vies&#8221; (2005) (singel kampanye melawan AIDS), &#8220;Pour que tu sois libre&#8221; (singel amal tahun 2007). Anggun juga telah banyak mengadakan konser-konser amal bersama para musisi di Eropa, sebut saja Konser Melawan AIDS di tahun 2006 di Monako dan Konser Melawan Malaria di Swiss yang didukung beberapa musisi dari 5 benua.<sup id="cite_ref-47">[48]</sup>.</p>
<p>Pada tahun 2005, Anggun dinobatkan sebagai ambassador atau juru bicara Perserikatan Bangsa Bangsa untuk skim mikrokredit. Anggun ditunjuk PBB untuk menyukseskan pengentasan kemiskinan di negara-negara berkembang di seluruh dunia.<sup id="cite_ref-MC_33-1">[34]</sup> Pada tahun 2007, Anggun juga terpilih sebagai &#8220;Marraine de l&#8217;environnement&#8221; (duta lingkungan hidup) serta mendapat penghargaan &#8220;Le Grand Couer de l&#8217;annee&#8221; atas kontribusinya dalam sejumlah permasalahan sosial dan lingkungan hidup di Perancis.<sup id="cite_ref-48">[49]</sup> Di Indonesia, pasca tsunami menyerang negara-negara Asia pada tahun awal tahun 2004, Anggun terbang ke Aceh untuk membantu rehabilitasi di sana.</p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><span id="Produk_iklan">Produk iklan</span></span></h3>
<p>Anggun merupakan salah satu penyanyi yang tidak terlalu tertarik dengan bidang di luar dunia tarik suara, termasuk menjadi duta atau model iklan. Ia sudah sering menolak tawaran iklan yang datang padanya. Menurut Anggun, ia memang sengaja menunda keinginannya untuk menjadi bintang iklan, karena menurut adat di Eropa, bila menolak tawaran, reputasi malah semakin meningkat.<sup id="cite_ref-Audemars_34-1">[35]</sup> Pada tahun 2005, Anggun untuk pertama kalinya menerima tawaran sebagai duta dari produk jam tangan mewah asal Swiss, Audemars Piguet.</p>
<p>Pada tahun 2008, Anggun kembali menerima tawaran sebagai ambassador dari produk sampo asal Amerika Serikat, Pantene, serta merek susu asal Selandia Baru, Anlene.Awalnya Anggun sempat menolak tawaran Anlene, tapi karena misi yang di bawa Anlene untuk pemberantasan osteoporosis di Indonesia, Anggun pun tertarik menjadi duta produk Anlene.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Keartisan_dan_citra">Keartisan dan citra</span></strong></span></p>
<p>Di awal kariernya sebagai penyanyi rock, Anggun amat dikenal akan penampilannya yang tomboi dan khas. Gaya berbusananya saat itu: menggunakan baret miring, celana pendek, jaket paku-paku, dan sepatu boot, sempat menjadi tren di era awal 1990-an. Namun, sejak bertransformasi menjadi penyanyi internasional di tahun 1997, Anggun mengubah total genre musik termasuk penampilannya menjadi lebih feminin dan seksi. Penampilan khas wanita Asia dengan rambut hitam panjang dan kulit sawo matang merupakan ciri khas yang selalu dipertahankannya. Untuk menunjang penampilannya, Anggun telah banyak mendapat bantuan para desainer kondang dari seluruh dunia, diantaranya Azzedine Alaïa, Dolce &amp; Gabbana, Roberto Cavalli dan lainnya. Berkat penampilannya, Anggun didaulat sebagai juri dalam kontes kecantikan Miss France 2009.</p>
<p>Akibat penampilannya yang terlalu seksi, Anggun pernah tersandung masalah pornografi. Video klip &#8220;Saviour&#8221; milik Anggun yang dirilis tahun 2006 sempat dicekal di Indonesia karena terganjal RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang saat itu sedang hangat-hangatnya dibahas.<sup id="cite_ref-51">[52]</sup> Anggun merasa kecewa dan menyatakan penolakannya terhadap RUU tersebut.</p>
<p>Anggun juga dikenal sebagai penyanyi Asia yang berkarakter kuat dan sangat menjiwai lagu-lagunya. Anggun memiliki jenis vokal kontralto yang cukup kuat dan <em>powerfull</em> dengan jangkauan lebih dari 3 oktaf.Dengan modal vokalnya, Anggun mampu menyanyikan hampir seluruh genre musik mulai dari rock, pop, etnik, jazz, elektronika, urban, house, R&amp;B, hingga hip hop.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Diskografi">Diskografi</span></strong></span></p>
<h3><span id="Album_berbahasa_Indonesia">Album berbahasa Indonesia</span></h3>
<ul>
<li><em>Dunia Aku Punya</em> (1986)</li>
<li><em>Anak Putih Abu Abu</em> (1991)</li>
<li><em>Nocturno</em> (1992)</li>
<li><em>Anggun C. Sasmi&#8230; Lah!!!</em> (1993)</li>
<li><em>Yang Hilang</em> (1994)</li>
</ul>
<h3><span id="Album_berbahasa_Perancis">Album berbahasa Perancis</span></h3>
<ul>
<li><em>Au nom de la lune</em> (1997)</li>
<li><em>Désirs contraires</em> (2000)</li>
<li><em>Luminescence</em> (2005)</li>
<li><em>Elévation</em> (2008)</li>
</ul>
<h3><span id="Album_berbahasa_Inggris">Album berbahasa Inggris</span></h3>
<ul>
<li><em>Snow on the Sahara</em> (1998)</li>
<li><em>Anggun</em> (1998)</li>
<li><em>Chrysalis</em> (2000)</li>
<li><em>Open Hearts</em> &#8211; Original Soundtrack (2002)</li>
<li><em>Luminescence</em> (2005)</li>
<li><em>Best Of</em> (2006)</li>
<li><em>Elevation</em> (2008)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangartis.com/anggun-c-sasmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saykoji</title>
		<link>http://gudangartis.com/saykoji/</link>
		<comments>http://gudangartis.com/saykoji/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 12:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saykoji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangartis.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Biodata
Nama lahir                        : Ignatius Rosoinaya Penyami
Lahir                                    : 8 Juni 1983 (umur 26)Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia
Pekerjaan                           : rapper
Tahun aktif                        : 2005 &#8211; sekarang
Perusahaan rekaman    : Dr. M
Berhubungan dengan   : Saykoji
Pasangan                           :Tessy Penyami
Anak                                    : Aaron Miguel Penyami
Biografi
Ignatius Rosoinaya Penyami atau lebih terkenal dengan nama Saykoji (lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, 8 Juni 1983; umur 26 tahun) adalah seorang rapper Indonesia. Lewat lagu &#8220;So What Gitu Loh&#8221; di album pertama nama Saykoji mulai dikenal publik. Saat itu, Saykoji merupakan salah satu penyanyi rap yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Biodata</strong></span></p>
<p>Nama lahir                        : Ignatius Rosoinaya Penyami<br />
Lahir                                    : 8 Juni 1983 (umur 26)Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia<br />
Pekerjaan                           : rapper<br />
Tahun aktif                        : 2005 &#8211; sekarang<br />
Perusahaan rekaman    : Dr. M<br />
Berhubungan dengan   : Saykoji<br />
Pasangan                           :Tessy Penyami<br />
Anak                                    : Aaron Miguel Penyami</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Biografi</strong></span></p>
<p><strong>Ignatius Rosoinaya Penyami</strong> atau lebih terkenal dengan nama <strong>Saykoji</strong> (lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, 8 Juni 1983; umur 26 tahun) adalah seorang rapper Indonesia. Lewat lagu &#8220;So What Gitu Loh&#8221; di album pertama nama Saykoji mulai dikenal publik. Saat itu, Saykoji merupakan salah satu penyanyi rap yang cukup diperhitungkan setelah era Iwa K meredup. Cukup sukses dengan album pertama, Saykoji pun merilis album kedua dengan single &#8220;Jomblo&#8221;.</p>
<p>Saykoji sejatinya hanya terdiri satu penyanyi saja, yakni Ignatius Rosoinaya Penyami, atau lebih sering dipanggil Igor. Igor sendiri dulunya tidak terlalu menyukai musik rap, karena musik rap tidak jelas dalam melantunkan syair. Namun saat mendengarkan musisi rap Indonesia, Black Skin, Iwa K, dan Neo akhirnya ia mulai jatuh cinta pada musik rap dan mempelajari musik ini lebih lanjut.</p>
<p>Igor kemudian memilih nama Saykoji sebagai nama panggungnya. Hal ini bermula ketika ia masih sekolah dulu bukanlah orang gaul, tapi seorang penyendiri, sampai pernah disebut sebagai <em>pschyo</em>. Dari julukan inilah, nama Saykoji (ejaan Inggris-Indonesia untuk <em>Psycho G</em>) muncul<sup id="cite_ref-0">[1]</sup>.</p>
<p>Igor yang telah memiliki anak Aaron Miguel Penyami dari pernikahannya dengan Tessy Penyami ini pada 2009, kembali menelurkan single baru berjudul <em>Online</em>. Meski baru berupa single, namun lagu ini sudah cukup <em>booming</em>, bahkan dijadikan <em>theme song</em> sebuah produk telepon selular, sehingga membuat lagu ini semakin populer.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Filmografi">Filmografi</span></strong></span></p>
<ul>
<li><em>Selendang Rocker</em> (2009)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangartis.com/saykoji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tompi</title>
		<link>http://gudangartis.com/tompi/</link>
		<comments>http://gudangartis.com/tompi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 10:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tompi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangartis.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Biodata
Nama Lengkap   : Teuku Adi Fitrian
Nama Panggung : Tompi
Lahir                             : Lhokseumawe,  22 September 1978 (umur 31)
Biografi
Lahir dan besar di Lhokseumawe Aceh, karakter vokalnya dipengaruhi oleh nyanyian tradisional Aceh dan mengaji Al Quran. Selain menyanyi, dia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan saat ini sedang menempuh spesialisasi di bidang bedah plastik. Ia merilis albumnya bersama penyanyi Alda Rizma Elfariani.
 Diskografi

Cherokee (2004)
Bali Lounge (2004)
T (2005)
Soulful Ramadhan (2006)
Playful (2007)
My Happy Life (2008)



]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Biodata</strong></span></p>
<p><strong><strong>Nama Lengkap   : Teuku Adi Fitrian</strong></strong></p>
<p><strong><strong>Nama Panggung : Tompi</strong></strong></p>
<p>Lahir                             : Lhokseumawe,  22 September 1978 <span>(umur 31)</span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Biografi</strong></span></p>
<p>Lahir dan besar di Lhokseumawe Aceh, karakter vokalnya dipengaruhi oleh nyanyian tradisional Aceh dan mengaji Al Quran. Selain menyanyi, dia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan saat ini sedang menempuh spesialisasi di bidang bedah plastik. Ia merilis albumnya bersama penyanyi Alda Rizma Elfariani.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span> </span><span id="Diskografi">Diskografi</span></strong></span></p>
<ul>
<li>Cherokee (2004)</li>
<li>Bali Lounge (2004)</li>
<li>T (2005)</li>
<li>Soulful Ramadhan (2006)</li>
<li>Playful (2007)</li>
<li>My Happy Life (2008)</li>
</ul>
<p><strong><strong><br />
</strong></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangartis.com/tompi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pinkan Mambo</title>
		<link>http://gudangartis.com/pinkan-mambo/</link>
		<comments>http://gudangartis.com/pinkan-mambo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 10:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pinkan Mambo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangartis.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Biodata
Nama lahir                        : Pinkan Ratnasari Mambo
Lahir                                    : Jakarta, Indonesia, 11 November 1980 (umur 28)
Tahun aktif                        : 2003 &#8211; sekarang
Perusahaan rekaman    : Sony BMG Music Entertainment
Biografi
Karir di Ratu
Pinkan sebelumnya dikenal sebagai vokalis grup duo Ratu bersama Maia Ahmad. Sebelum bergabung dengan Ratu, Pinkan adalah penyanyi latar grup band Dewa 19, yang digawangi oleh suami Maia Ahmad, Ahmad Dhani. Pinkan kemudian mengundurkan diri dari Ratu akhir tahun 2004 dan memilih untuk bersolo karir. Bersama Ratu, Pinkan sempat menelurkan satu album, Bersama (2003).
Karir solo
Single pertama Pinkan dalam karir solonya adalah &#8220;Cinta Tak Kan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Biodata</strong></span></p>
<p>Nama lahir                        : Pinkan Ratnasari Mambo<br />
Lahir                                    : Jakarta, Indonesia, 11 November 1980 (umur 28)<br />
Tahun aktif                        : 2003 &#8211; sekarang<br />
Perusahaan rekaman    : Sony BMG Music Entertainment</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Biografi</strong></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><span id="Karir_di_Ratu">Karir di Ratu</span></span></p>
<p>Pinkan sebelumnya dikenal sebagai vokalis grup duo Ratu bersama Maia Ahmad. Sebelum bergabung dengan Ratu, Pinkan adalah penyanyi latar grup band Dewa 19, yang digawangi oleh suami Maia Ahmad, Ahmad Dhani. Pinkan kemudian mengundurkan diri dari Ratu akhir tahun 2004 dan memilih untuk bersolo karir. Bersama Ratu, Pinkan sempat menelurkan satu album, Bersama (2003).</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Karir_solo">Karir solo</span></strong></span></p>
<p>Single pertama Pinkan dalam karir solonya adalah &#8220;Cinta Tak Kan Usai&#8221; ciptaan musisi berbakat Glenn Fredly. Single tersebut merupakan bagian dari album kompilasi berjudul &#8220;Best Female Idol&#8221;, yang secara resmi diluncurkan 1 Desember 2004. Album ini berisi lagu-lagu dari penyanyi wanita kenamaan, antara lain Bukan Cinta Biasa (Siti Nurhaliza), Perempuan Ini (Audy), Tegar (Rossa), Bicara Cinta (Ruth Sahanaya), Kembali (Anggun), dan Kisah Sedih Di Hari Minggu (Marshanda).</p>
<p>Tahun 2006 akhirnya Pinkan merilis album perdananya bertajuk <em>Aku Tahu Rasanya</em>. Album ini merupakan sebuah rangkuman kisah hidupnya dua tahun belakangan yang dituturkan dalam indahnya warna warni Pop, disko, RnB hingga nuansa rock. Album ini diproduseri oleh Pinkan sendiri bersama Senior A&amp;R Director SONY BMG Indonesia, Jan N Djuhana.</p>
<p>Single pertama dari album ini adalah lagu berjudul &#8220;Dirimu Dirinya&#8221;. Musik dan lirik dari lagu ini digubah oleh penulis lagu mumpuni, Melly Goeslaw. Selain Melly, beberapa musisi ternama juga membantu dalam album ini antara lain, Trie Utami menulis lagu &#8220;Aku Tahu Rasanya&#8221; yang berirama rock, diaransemen oleh DJ Sumantri dan napas rock-eighties-nya semakin terasa oleh cabikan gitar Edi Kemput. Irama yang fun dan beat RnB yang kental terdengar di lagu &#8220;Menyentuh Awan&#8221; karya Adam Sheila on 7. Lagu &#8220;Caraku Mencintaimu&#8221; ditulis Yton Clubeighties dan &#8220;Biar Kau Tau Rasa&#8221; ditulis Rieka Roslan.</p>
<p>Di album ini, Pinkan juga mengajak finalis Indonesian Idol, Delon, untuk berduet lewat lagu romantis berjudul &#8220;Satu, Hanya Kamu&#8221;. Lagu ini ditulis oleh Tantra, Mhala &amp; Inu Numata yang tak lain adalah darah daging Tetty Kadi. Selain nama-nama besar tadi, album Pinkan ini juga dibantu oleh Dewiq yang menulis lagu &#8220;Seharusnya Tak Begini&#8221;.</p>
<p>Pinkan mempunyai obsesi untuk <em>go international</em>. Jalan menuju ke sana telah terbuka, karena tembang &#8220;Kasmaran&#8221;, dari album solo perdananya, menjadi hits di Malaysia dan Singapura. Dia juga mereguk sukses saat manggung di dua negara tersebut.</p>
<p>Pada Juli 2008, Pinkan meluncurkan album keduanya berjudul Wanita Terindah, dengan hits single pertama berjudul &#8220;Kekasih Yang Tak Dianggap&#8221; yang pernah dipopulerkan oleh Kertas Band.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Kehidupan_pribadi">Kehidupan pribadi</span></strong></span></p>
<p>Perjalanan cinta Pinkan terasa penuh liku. Pada tahun 2004 rencana pernikahannya dengan Mayzal Reza tidak jadi dilaksanakan lantaran Pinkan diketahui hamil dengan laki-laki lain. Pinkan melahirkan anak pertamanya, Muhammad Alfa Rezel pada tanggal 28 Januari 2005 tanpa didampingi ayah bayi tersebut dan belum dalam status menikah. Akhirnya Pinkan menikah dengan Sandy Sanjaya yang berlangsung 30 April 2005. Mereka dikaruniai anak kedua, Michelle Ashley Rezya pada bulan April 2006. Pernikahan ini pun sempat berada diambang kehancuran saat Sandy melayangkan gugatan cerai pada 1 Desember 2006. Mereka akhirnya berdamai dan gugatan tersebut dicabut.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Diskografi">Diskografi</span></strong></span></p>
<ul>
<li><em>Bersama</em> (2003) &#8211; album Ratu pertama</li>
<li><em>Best Female Idol</em> (2004) &#8211; album kompilasi</li>
<li><em>Aku Tahu Rasanya</em> (2006)</li>
<li><em>Wanita Terindah</em>(2008)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangartis.com/pinkan-mambo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bondan Prakoso</title>
		<link>http://gudangartis.com/bondan-prakoso/</link>
		<comments>http://gudangartis.com/bondan-prakoso/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 10:50:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bondan Prakoso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangartis.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Biodata
Nama lahir    : Bondan Prakoso
Lahir                : 8 Mei 1984 (umur 25)
Pekerjaan       : Penyanyi, Musikus
Tahun aktif    : 1988 &#8211; sekarang
Pasangan        :Margareth (menikah tanggal 17 Desember 2007)
Orang tua       : Lili Yulianingsih (ibu), Sisco Batara (ayah)
Biografi
Profil
Bondan Prakoso adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara ini mengawali karirnya sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal tahun 90-an. Album perdananya yang bertitel Si Lumba-Lumba sukses dipasaran dan mencuatkan namanya.
Ditahun 1999, Bondan membentuk band Funky Kopral , sebagai bassis, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Biodata</strong></span></p>
<p>Nama lahir    : Bondan Prakoso<br />
Lahir                : 8 Mei 1984 (umur 25)<br />
Pekerjaan       : Penyanyi, Musikus<br />
Tahun aktif    : 1988 &#8211; sekarang<br />
Pasangan        :Margareth (menikah tanggal 17 Desember 2007)<br />
Orang tua       : Lili Yulianingsih (ibu), Sisco Batara (ayah)</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Biografi</strong></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Profil">Profil</span></strong></span></p>
<p>Bondan Prakoso adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara ini mengawali karirnya sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal tahun 90-an. Album perdananya yang bertitel <em>Si Lumba-Lumba</em> sukses dipasaran dan mencuatkan namanya.</p>
<p>Ditahun 1999, Bondan membentuk band Funky Kopral , sebagai bassis, hingga merilis 3 buah album. Bahkan album kedua band ini diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik. Ditahun 2003, Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama Setiawan Djodi dengan hits singel <em>Tokek</em> dan lagi-lagi diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik.</p>
<p>Sayang, setelah album ketiga mereka dirilis, band ini bubar. Hingga ditahun 2005 ia memebentuk band baru bernama Bondan Prakoso &amp; Fade 2 Black dengan genre musik Pop Rock yang dipadu dengan Rap. Dengan band barunya ini, Bondan diganjar penghargaan serupa, yakni AMI Sharp Awards ditahun 2008 untuk kategori Group Rap Terbaik.</p>
<p>Sebelumnya, ditahun 2006 Bondan bersama 12 orang pemain bass dari berbagai band di Indonesia seperti Thomas &#8220;GIGI&#8221;, Rindra &#8220;Padi&#8221;, Bongky &#8220;BIP&#8221;, Adam Sheila on 7 dan bassis Indonesia lainnya diganjar penghargaan oleh MURI untuk penghargaan Penampilan Bassis terbanyak dalam satu panggung.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Kehidupan_pribadi">Kehidupan pribadi</span></strong></span></p>
<p>Pada tanggal 17 Desember 2007, Bondan menikahi kekasihnya yang bernama Margareth atau yang akrab disapa Margie yang bertempat di Restoran Cibintung, Ciputat, Tangerang, dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan 17 gram emas.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><span id="Diskografi">Diskografi</span></strong></span></p>
<ul>
<li>8 buah album anak-anak (1988-1995)</li>
</ul>
<ul>
<li>3 buah album Funky Kopral (1999-2002)</li>
</ul>
<ul>
<li>2 buah album Bondan Prakoso &amp; Fade 2 Black:
<ul>
<li>Respect (2005)</li>
<li>Unity (2007)</li>
</ul>
</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangartis.com/bondan-prakoso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
